Tuesday, 23 July 2013

Pertolongan Pertama Pada Penderita Diare


Diare adalah gangguan di mana tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair setidaknya 3 kali dalam 24 jam. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan diare, misalnya karena keracunan makanan, mengkonsumsi makanan tertentu, salah minum obat, stres, minum alkohol, infeksi bakteri dan lain-lain.
Bila penderita masih dapat minum, maka cairan tubuh yang hilang dapat tergantikan. Tetapi bila penderita tidak mau minum dan sering muntah, maka cairan tubuhnya akan cepat hilang dan terjadilah gejala dehidrasi.
Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', diare berkepanjangan bisa berakibat fatal, terutama apabila dialami bayi.
Berikut adalah terapi atau tindakan pertolongan pertama yang bisa dilakukan oleh orang tua dirumah kepada anak penderita diare tanpa dehidrasi.
1.Berikan anak lebih banya cairan daripada biasanya untuk mencegah dehidrai
  • gunakan cairan rumah tangga yang dianjurkan seperti larutan oralit, makanan yang cair (seperti sup, air tajin) dan kalau tidak ada, air matang.
  • sesuaikan jumlah pemberian larutan oralit pada anak seperti dijelaskan dibawah (catatan jika anak berusia kurang dari 6 bulan dan belum makan makanan padat lebih baik diberi oralt dan air matang daripada makanan yang cair).
  • berikan larutan sebanyak yang anak mau, berikan jumlah larutan oralit.
  • teruskan pemberian larutan hingga diare berhenti.
2.Beri anak makan untuk mencegah kurang gizi
Teruskan pemberian ASI
Bila anak sudah tidak mendapat ASI berikan susu yang biasa diberikan, untuk anak kurang dari 6 bulan dan belum mendapat makanan padat, dapat diberikan susu.
Bila anak 6 bulan atau lebih atau telah mendapat makanan padat:
  • Berikan bubur bila mungkin campur dengan kacang-kacangan, sayur, daging atau ikan, tambahkan 1 atau 2 sendok teh minyak sayur tiap porsi
  • Berikan sari buah segar atau pisang halus untuk menambah kalium
  • Berikan makanan yang segar masak dan haluskan atau tumbuk makanan dengan baik
  • Bujuk anak untuk makan, berikan makanan sedikitnya 6 kali sehari
  • Berikan makanan yang sama setelah diare berhenti, dan berikan porsi makanan tambahan setiap hari selama 2 minggu

3.Bawa anak kepada petugas kesehatan bila kondisi anak tidak membaik dalam 3 hari, atau bila si anak menderita sebagai berikut:
  • Buang air besar cair lebih sering
  • Muntah berulang-ulang
  • Rasa haus yang nyata
  • Makan atau minum sedikit
  • Demam
  • Tinja berdarah
Jumlah oralit yang diberikan setiap habis buang air besar:
Umur             Jumlah Oralit Yang diberikan    Yang disediakan
< 1 tahun       50 – 100 ml                              400 ml/hari
1– 4 tahun     100 – 200 ml                             600 – 800 ml/hari
>5 tahun        200 – 300 ml                             800 – 1000 ml/hari
Dewasa         300 -  400 ml                            1200 – 2800 ml/hari
1 bungkus oralit= 200 ml
Cara memberikan oralit:
  • Berikan sesendok teh tiap 1-2 menit untuk anak di bawah umur 2 tahun
  • Berikan beberapa teguk dari gelas untuk anak lebih tua
  • Bila anak muntah, tangguhlah 10 menit kemudian berikan cairan lebih lama (misalnya sesendok tiap 2-3 menit)
  • Bila diare berlanjut setelah oralit habis, untuk sementara bisa digunakan cairan lain (seperti sup, air tajin atau air matang) dan segera hubungi petugas kesehatan untuk mendapat tambahan oralit.

http://astriewulandari94.blogspot.com/2013/01/pertolongan-pertama-pada-penderita.html.
http://health.detik.com/read/2012/10/04/130631/2054468/1407/pertolongan-pertama-pada-diare.